Minggu, 21 Oktober 2012

Hujan Meteor Bersumber dari Ekor Komet Halley

foto

Komet Halley dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dulu disebutkan hanya muncul saban 75-76 tahun. Kalau menunggu hingga waktu selama itu untuk melihat fenomena luar angkasa, tentunya butuh keajaiban. Daripada menunggu Halley, debunya ternyata sudah bisa dilihat. Setidaknya mereka yang berada di Amerika bisa menikmati hujan meteor orionid.

Orionid, menurut situs Latimes, berasal dari sepihan yang tertinggal dari Komet Halley. Setiap tahun, pada pertengahan Oktober, serpihan ini akan memiliki rute dengan jarak terdekat bumi. Akibatnya, ekor tersebut akan terbakar atmosfer dan menciptakan hujan meteor. Tapi ingat, serpihan ini bergerak cepat hingga 148 ribu mph atau 238.813 km/jam ketika memasuki lapisan udara bumi.


Meteor ini sangat rapuh sehingga sekali menyentuh atmosfer langsung terbakar cepat. Perlu diketahu bahwa kecepatan 238.813 km/jam itu lebih cepat tujuh kali ketimbang kecepatannya di luar angkasa. Untuk menikmatinya, menurut Bill Cooke, Kepala kantor Environment Office, tak perlu teleskop khusus. "Cukup dengan mata telanjang, karena meteor bisa terlihat di mana saja di langit," ujar dia.

Kondisi yang penting adalah langit yang menghitam. Jadi, jangan harap untuk melihat hujan meteor di pusat kota. "Waktu yang tepat adalah antara tengah malam hingga Ahad dinihari (20-21 Oktober)," ujar Bill. Saat ini di Jakarta pukul 14.50 WIB atau pukul 02.50 waktu Los Angeles. Mungkin, saat ini hujan meteor sedang menyinari dunia.

Bill menyarankan untuk yang berada di luar Amerika, carilah tempat yang tak terlalu banyak halangan pandangan.

Menurut Bill, Orionid adalah salah satu hujan meteor yang wajib dilihat. Selain Oriionid ada Perseid (Agustus) dan Geminid (Desember). "Geminid mungkin yang terbaik," ia menambahkan. Tapi, Orionid spesial, sebab dia adalah bagian dari Halley. Kalau mau menunggu Halley, manusia di bumi harus bersabar hingga 2061.

Orionid berasal dari rasi Orion. Seperti yang dikutip dari situs foxnews, nama Orionid diberikan karena meteor ini dekat dengan Betelguese yang merupakan bintang paling terang kedua di rasi bintang Orion. "Sejak 2006, Orionid telah menjadi salah satu hujan meteor terbaik tahunan," kata Bill. Dalam catatan Bill, ada 60 atau lebih meteor yang jatuh tiap jamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar